Monday, May 07, 2007
Ditulis Razak Jr. pada pukul 8:12 AM
Tepat sebelum azan magrib dikumandangkan, saya pun selesai membaca halaman terakhir dari novel Ketika Cinta Bertasbih. Tidak butuh waktu lama memang bagi saya untuk melahap habis untaian kisah yang ditulis dengan indahnya oleh Kang Abik dalam novelnya tersebut. Rasa tak sabar sudah menghinggapi diri untuk membaca kelanjutan kisah Khairul Azzam, Fadhil, Furqon, Hafez, Anna Althafunnisa, Eliana, dan tokoh-tokoh lainnya pada episode 2 dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini...

Sebagaimana karya-karya Kang Abik terdahulu, karyanya kali ini juga sarat dengan hikmah yang dapat dipetik oleh pembacanya. Kutipan-kutipan ayat, hadits, mahfudzat, kisah sahabat bahkan kaidah ushul fiqhi memang menjadi kekayaan dari tulisan Kang Abik. Karakter yang dilakonkan para tokoh di novel tersebut, memang sudah jadi barang langka di kalangan remaja dan pemuda masa kini, namun melahirkan kerinduan bagi pembaca untuk dapat memiliki karakter-karakter tersebut.. karakter yang mencintai ilmu, yang menjunjung tinggi kesucian diri, jiwa dan cinta, serta karakter paripurna yang mencontohkan sikap tauladan dalam menghadapi problema asmara yang sudah pasti selalu mendera semua pemuda-pemudi yang memiliki cinta di hatinya...


Kepiawaian Kang Abik dalam menjelaskan keindahan tiap detil sudut kota-kota dalam novel tersebut juga menumbuhkan kerinduan pada negeri seribu menara tersebut. Kadang timbul penyesalan, mengapa dulu tekad baja untuk menuntut ilmu di Universitas al-Azhar tidak terealisasi.. hmm tapi gpp deh... mungkin saya juga tidak terlalu tangguh untuk merantau ke Mesir... :)

Dua jempol naik deh buat Kang Abik, tokoh Abdullah Khairul Azzam dalam novelnya ini lagi-lagi menjadi inspirasi banyak orang sebagaimana tokoh lain pada novel-novelnya yang terdahulu. kali ini Kang Abik mampu merombak standar keberhasilan seorang mahasiswa yang selama ini sering dinilai dari sisi prestasi akademis saja. menurut saya, tokoh Azzam yang lebih fokus pada bisnis bakso dan tempenya untuk bisa survive di Mesir dan mampu memberi nafkah pada keluarganya di Indonesia adalah keberhasilan sejati.

Ada kisah dalam novel ini yang rada-rada mirip dengan kisah yang pernah kualami sendiri. Alhamdulillah novel ini juga mampu memberi solusi dan memantapkan hati akan keputusan yang harus saya ambil... sekali lagi terima kasih Kang Abik...!!
 



11 Tanggapan:


pada pukul 8:37 AM, Anonymous Anonymous

Salam..

Wah, bagus banget novel nih! Pasti akan ku dimiliki novel ini nanti.. Thanks Awi for the sharing..

-zuraini-

 

pada pukul 10:53 AM, Blogger deen

wets... kenapa bisa sama begitu?..se juga baru aja minggu kemaren khattam mi KCB(Ketika Cinta Bertasbih)-ku, 2bulan bo!.. padalah A2C cmn seminggu ji.. rencana se jg mo cerita di blogku nanti..huwaaa... nalumbai ma'.. nd terima..nd terima../*mencak2

 

pada pukul 11:14 AM, Anonymous dede

aslm wrwb,met hari senen,
dataaang... kalo gue lagi ngurusin penerbitan buku temen neh Wi... :)

 

pada pukul 2:01 PM, Blogger kang parto

ayik juga rtikel ini

 

pada pukul 9:26 PM, Anonymous rini

ah........ udah baca tapi ngak habis (sengaja), diloncat2 aja. karena ceritanya mudah ditebak beda dgn a2c. bagusan juga "Rahasia Dua Hati" tapi sayang tidak sebooming a2c

 

pada pukul 11:51 PM, Anonymous Asta Qauliyah

Novel kang Abik memang cukup bagus dibaca. Hampir mirip dengan Ayat2 Cinta. hehehe. Enak dibaca barangkali karena kebetulan ngonteks dengan hati pembacanya kali ya?

 

pada pukul 10:41 AM, Anonymous AMA

senangnya.... di'! kalo bisa baca buku apa aja n dengan mudah belinya di toko2 buku terdekat. gak sama dengan kota ambon. toko bukunya kira kira 3 biji n gak lengkap lagiiii...woaaaaa....nangis degh..

 

pada pukul 8:15 PM, Blogger Adink

Sy nunggu sampe edisi Hard Cover nya keluar deh, biar bisa awet.

Pinjamma dulu bukuta ces :)

 

pada pukul 12:07 AM, Anonymous Asep

Ayat-Ayat Cinta memang menjadi fenomena novel di Indonesia, sudah 160 ribu dicetak. Ketika Cinta Bertasbih, dwilogi novelnya juga menggetarkan. Apa kata Kang Abik? Simak di www.asepsetiawan.com

 

pada pukul 11:28 PM, Blogger IrhA PunYa

sy juga penasaran lanjutannya..........kira azzam ama siapa yah? trus si furqon gmana nasebnya..selamat penasaran deh :))

 

pada pukul 3:24 PM, Anonymous haacer19

ass..mas eh pak,aku minta dong emailnya kang abik,punya ga?pengen berguru,bagus banget seh bahasa2 di novelnya itu...aku juga lagi nulis2 kali aja bisa kayak kang abik....doain....kutunggu yah balasan emailnya...nuwun...alamatnya,
haaer19@yahoo.com

 



”Dukung