Ditulis Razak Jr. pada pukul 1:20 PM
Hmmmmhhh... akhirnya bisa ngeposting lagi.... seminggu lebih saya ga pernah ada waktu tuk ngupdate ini, karena dapat tugas ngikut rombongan Menteri Pendidikan dan Ristek dari
Iran.
nih menteri namanya
Mohammed Mehdi Zahedi, beliau tuh Professor di bidang Matematika. Kunjungannya ke Indonesia kali ini untuk bertemu dengan Wapres serta Menristek RI dan Menteri Pendidikan Nasional RI (karena beliau di
Iran menangani kedua bidang ini) sebagai tindak lanjut MoU kerjasama antara Iran dan Indonesia di bidang Iptek yang ditandatangani pada bulan Mei lalu, sewaktu Presiden Ahmadinejat berkunjung ke Indonesia. Selain itu Beliau menyempatkan pula beberapa Universitas (
UGM, ITB, UI, dan UIN Syarif Hidayatullah) untuk memberikan kuliah umum atau sekedar melihat-lihat fasilitas yang dimiliki universitas-universitas tersebut.
Senang juga sih bisa ikut rombongan beliau, bisa nambah-nambah pengalaman... karena ikut rombongan dari
Iran itu, akhirnya saya berkunjung ke
Taman Mini dan ke
Candi Borobudur untuk pertama kalinya... telat banget yah... trus pemahaman tentang
Iran juga semakin luas... setelah mendengar kuliah umum beliau di kampus
UGM, baru nyadar kalo perkembangan iptek di
Iran tuh maju dengan pesat, jumlah scientist dan publikasi ilmiah yang terbit di
Iran jauh lebih banyak daripada Indonesia apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk kita yang sekian ratus juta orang itu... Semangat orang
Iran untuk menjadi kampiun di bidang iptek tercermin dari ulasan-ulasan beliau.
Salah satu poin yang menjadi kesalutan orang-orang terhadap
Iran adalah keberanian menentang sikap represif AS yang terkesan 'takut' dengan pengembangan nuklir
Iran. padahal menurut Beliau, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah milik umat manusia. setiap negara berhak untuk mengembangkan iptek tersebut termasuk teknologi nuklir. apalagi teknlologi nuklir yang dikembangkan
Iran untuk tujuan damai, sebagai sumber energi yang baru untuk menggantikan minyak yang kian waktu kian menipis. Indonesia sedikit lebih beruntung dari
Iran karena rencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang direncanakan rampung pada tahun 2016 telah mendapatkan persetujuan dari IAEA. Tekanan dunia barat terhadap pengembangan nuklir di
Iran sudah jelas menunjukkan diskriminasi terhadap dunia Islam... (
cieeh kok jadi analisis ginih... he he he)... sekedar info, Indonesia dan
Iran ternyata udah menjalin kerjasama nuklir sejak tahun 1990... dan ke depan kerjasama ini akan lebih dikembangkan lagi dengan dilandaskan pada semangat negara selatan-selatan dan mengacu pada kesepakatan negara-negara anggota D-8 pada KTT nya di Bali bulan Mei 2006 lalu...
Ada beberapa hal menarik yang saya jumpai selama kunjungan beliau di Indonesia. Pada saat lunch di Taman Mini, kebetulan homebandnya membawakan lagu
"I started a joke" dari BeeGees... ternyata rombongan dari
Iran ga demen dengar lagu-lagu Barat... so salah satu atase dari
Iran Embassy ngasih kode ke saya tuk nyamperin bandnya agar jangan bawa lagu-lagu Barat... ehh... yang lucu tuh abis saya bilangin ke homeband tersebut, mereka malah inisiatif nyanyiin lagu padang pasir yang judulnya
"Yaa Mustoofa..." kontan aja rombongan dari
Iran pada senyam-senyum... begitu juga sehari sebelum kunjungan ke kampus UI... pihak kampus konfirmasi ke saya kalo mereka mo ngadain pagelaran seni pada saat lunch di kampus UI, namun begitu tahu kalo pagelaran seninya ternyata tarian daerah yang dibawakan oleh mahasiswinya, segera saja saya ngasih tahu pihak UI untuk membatalkan rencana tersebut, karena saya yakin banget pak menteri dan rombongan ga bakalan suka ngeliat mahasiswi UI lenggak-lenggok menari di hadapan mereka...
Beliau juga selalu menggunakan Bahasa Farsi apabila ngobrol dengan pejabat di RI ataupun saat memberika kuliah umum, padahal beliau fasih berbahasa Inggris, ternyata ini memang instruksi dari Presiden Ahmadinejat kepada semua menterinya untuk menggunakan bahasa nasional mereka apabila berbicara di luar negeri. walaupun memakan waktu yang agak lama karena harus ditranslate lagi ke bahasa Indonesia, namun saya salut dengan komitmen beliau berbahasa Farsi dalam berkomunikasi, menunjukkan rasa nasionalisme yang gimanaaa gitu... padahal beliau jago bahasa Inggris... jadi ingat kakek Harto...
trus tata cara sholat Beliau dengan kita-kita juga ada perbedaan.. seperti cara berdiri setelah takbiratul ihram... pak menteri dan rombongan dari
Iran tidak meletakkan kedua tangannya di atas dada, namun dibiarkan lurus saja disisi kanan dan kiri badannya... trus setiap pak menteri mau sholat, beliau mengeluarkan kantong kecil yang terbuat dari kain dan di dalamnya terdapat seperti tanah yang mengeras dan diletakkan di tempat sujudnya. saya tidak sempat menanyakan kepada beliau kegunaan benda tersebut. saya hanya mengira-ngira mungkin saja memang begitu kebiasaan sholat beliau sebagai seorang Muslim Syi'ah... Wallahu A'lam...
Beliau kembali ke
Iran pada hari Kamis Malam, 29 Juni 2006... sesaat sebelum ke Bandara, saya dan teman-teman dari Ristek yang selama seminggu menemami perjalanan beliau di Indonesia masing-masing secara khusus mendapatkan kenang-kenangan dari beliau berupa kacang-kacangan khas Timur Tengah dan guci buatan
Iran (tumben guci dari
Iran... kan biasanya dari Cina)... he he he... thank you Pak Menteri... selain itu pak Usman (sopir Mercy dari Setneg) dan dua orang polisi yang selama ini mengawal perjalanan beliau juga mendapat ucapan terima kasih secara khusus plus ciuman di pipi sebanyak tiga kali di VIP room bandara Soekarno Hatta... sikap keramahtamahan beliau pasti ga bisa dilupakan kita-kita yang selama seminggu ikut rombongannya.... fiuhh... lega... akhirnya satu tugas terselesaikan... namun tugas di kantor numpuk euy...!!!! he he he...!!!
untuk melihat release kunjungan beliau di website RISTEK... silahkan klik di
SINI... Khoda Hafezz...!!!